DI SURAT DAN AYAT APA DIRIMU DISEBUTKAN DI DALAM AL-QUR’AN?
Diriwayatkan bahwasanya Al-Ahnaf bin Qois suatu hari sedang duduk. Lalu terlintas dalam pikirannya firman Allah Ta’ala,
“Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat penyebutanmu. Maka Apakah kamu tiada memahaminya?”.[1]
Maka ia berkata, “Tolong ambilkan mushafku, aku ingin mencari dimana diriku disebut Allah Ta’ala. sehingga aku tahu siapa aku dan aku seperti siapa?”.
Lalu dia membaca mushaf dan sampai pada ayat yang menyebutkan suatu kaum,
“di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam. dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar. dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian”.[2]
Lalu dia membaca ayat yang menyebutkan tentang orang-orang,
“(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”[3]
Dan ia membaca tentang orang-orang,
“dan mereka mengutamakan (orang-orang muhajirin), atas diri mereka sendiri, Sekalipun mereka dalam kesusahan. dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka Itulah orang orang yang beruntung”.[4]
Dan ia juga membaca ayat yang menceritakan,
“dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan- perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi maaf.”[5]
Ia berkata dengan merendah, “Ya Allah, aku tahu diriku tidak termasuk dalam golongan mereka”.